Di bawah adalah image contoh surat yang ditulis Rani, tokoh dalam buku ini, untuk ayahnya yang di dipenjara di Pulau Buru. Tertera jelas di alamat terkirim serta pengirimnya. Surat ini hanya berisi tentang khabar dan kesehatan, tetapi harus melewati sensor ketat aparat keamanan. 
Suatu ketika, Rani bertanya, “Apakah pelajaran bahasa Indonesia dalam hal surat-menyurat tidak berlaku untuk kami, anak-anak dari orang yang dituduh PKI?”
Pertanyaan itu muncul karena pelajaran yang didapat Rani mengenai surat-menyurat diperbolehkan menggunakan kertas apapaun, termasuk menyobek bagian dalam sebuah buku tulis. Selain itu, harus menggunakan amplop untuk membungkus surat itu.
Tapi dalam kenyataan, untuk mengirim surat untuk ayahnya saja, Rani harus menulisnya menggunakan Kartu Pos, tidak boleh yang lain, tidak boleh dengan amplop, dan itu pun harus melalui sensor ketat aparat keamanan.


